PINTA HAOMASAN DAN SILAHI SABUNGAN - Budaya Batak | Suara Batak

Oknum Gamot Dusun Nagori Bangun Pane Simalungun, Diduga Lakukan Pungli Pengambilan Kertas Undangan Bantuan Sosial Tunai ( BST )  Tahap 6 Dari Kemensos

Foto : Kantor Pangulu Nagori Bangun Pane / wikipedia



*Oknum Gamot Dusun Nagori Bangun Pane Simalungun, Diduga Lakukan Pungli Pengambilan Kertas Undangan Bantuan Sosial Tunai ( BST )  Tahap 6 Dari Kemensos

SIMALUNGUN, SUARABATAK.COM – Bantuan Sosial Tunai ( BST ) KEMENSOS tahap enam tepatnya di Nagori Bangun Pane, Kecamatan Dolog Masagal, Kabupaten Simalungun, Jumat ( 18/9/2020 ) di duga dilakukan  Pungutan Liar terhadap masyarakat setempat oleh beberapa oknum.

Menurut informasi yang dikirimkan oleh salah seorang masyarakat penerima BST bernama Willy Siallagan kepada suarabatak.com, Oknum di Nagori Bangun Pane melakukan pungli sebesar Rp. 30.000 kepada penerima BST untuk mengambil kertas undangan penerima BST KEMENSOS di Kantor Pangulu Nagori Bangun Pane.




Foto : Surat Undangan Penerima BST Tahap 6



Baca juga Perempuan ini dengan sengaja bakar ulos batak dengan dalih melancarkan hubungan rohnya dengan Kristus  
https://www.suarabatak.com/2020/09/perempuan-ini-sengaja-membakar-ulos.html?m=1

Hampir Semua Aparat Nagori ( Gamot dusun ) terlibat dalam pemungutan itu, dan kami disuruh membayar uang Rp. 30.000 untuk mendapatkan kertas undangan penerima BST KEMENSOS dari kantor desa Bangun Pane yang kelak akan kami bawa ke Kantor Pos untuk menebus Bantuan itu, Bukti pembayaran yang 30 ribu itu pun tidak ada. “ Ujar Willy.



“ Mereka itukan adanya gajinya masing masing tiap bulan dan juga sudah tau ini bantuan untuk rakyatnya yang miskin dan terdampak wabah Covid 19 ini, tapi ngapain mereka minta “ Tambahnya.


Warga Nagori Bangun Pane itu pun kesal melihat ulah oknum  Gamot dusun Nagori Bangun Pane yang memungut uang  untuk mendapatkan kertas undangan dari kantor Pangulu itu dan berharap Kepolisian Setempat dapat mengusut tuntas hal ini. 



Suarabatak.com/simalungun

Comments

  1. Pungli adalah bibit kecil dari Korupsi yg kalo di biarkan maka akan berbahaya jika tidak di Proses Hukum karena Akibat perbuatan Pungli adalah kejahatan yang sangat terencana, dan Pelaku seharusnya ditetapkan sebagai tersangka dan dapat di Persangkakan dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    ReplyDelete

Post a Comment